Rizki Allah

Dalam kitab al-Isti’adzah diceritakan Imam Ja’far ash-Shidiq didatangi seseorang yang mengeluh kemiskinan dan kesulitan hidupnya. Imam Ja’far berkata padanya, ‘Bila engkau sudah kembali nanti sewalah sebuah tempat untuk berjualan dan duduklah di dalamnya.’ Imam Ja’far kemudian menyerahkan sedikit uang. Laki-laki itu menjawabnya, ‘Ya Imam Ja’far, aku tidak bisa berjualan.’

Imam Ja’far mengatakan,’Tenanglah dengan rizki Allah, Allah lebih menyayangi hambaNya dan tidak akan melupakanNya.’

Kemudian laki-laki itu kembali ke Kufah. Menyewa sebuah tempat untuk berjualan dan duduk didalamnya. Beberapa waktu kemudian datanglah seseorang yang berkata kepadanya. ‘aku punya barang dagangan yang baik, maukah kau membelinya?’ Laki-laki itu menjawab,’Kalo aku punya uang, aku akan membelinya.’ ‘Ambillah barang dagangan ini dan pajanglah. Kapanpun laku ambillah keuntungan dan bayarkan kepadaku sesuai harga barang dagangan ini.’

Laki-laki itu setuju dan memajang barang dagangannya. Dalam waktu singkat datang beberapa orang tertarik untuk membelinya. Sampai barang itu habis terjual. Beberapa hari kemudian Pemilik barang dagangan itu datang, laki-laki itu membayar semua barang dagangan yang terjual. Laki-laki itu mendapatkan rizki dari Allah untuk memenuhi kebutuhannya, Keadaannya semakin baik sesuai harapannya. Menggantungkan harapan hanya kepada Allah untuk mendapatkan limpahan rizki. Allah telah memberikannya rizki yang tidak terduga. Subhanallah.

‘Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki.’ (QS. Ar-Ruum : 40).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
No Searches

Leave a Reply


prosense agc agckucom