Rasa Malu

Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam mengingatkan kepada kita bahwa cabang iman adalah iman kepada Allah dan salah satu cabang iman adalah al-haya’ atau rasa malu. Malu merupakan bagian dari kemuliaan pada diri seorang Muslim. ‘Setiap agama memiliki etika dan etika Islam adalah rasa malu .'(HR. Ibnu Majah).

hadist diatas menyiratkan bahwa rasa malu merupakan penyempurnaan akhlaq. Itulah sebabnya Nabi diutus dimuka bumi untuk menyempurnakan akhlaq. Menurut pendapat Ibnu Qayyim kata al-Haya’u berarti malu sekaligus berasal dari kata al-haya’ artinya kehidupan.

Rasa malu berarti dimaknai sebagai perangai yang dapat menolong kita meninggalkan hal-hal yang buruk, mencegah diri kita dari kemungkaran. Rasa malu juga membatasi diri kita karena takut kepada keburukan dan berhati-hati terhadap diri sendiri agar kita tidak mencemooh atau mengejek orang lain.

Rasa malu yang tercela adalah malu untuk belajar dan malu untuk memperbaiki diri. Imam Bukhari menyebutkan, ‘Orang malu yang sombong tidak pernah mau menuntut ilmu dan tidak mendapatkan hidayah Allah.’ Sedangkan malu yang memiliki kemuliaan adalah malu dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Beruntunglah kita masih memiliki malu untuk selalu bersujud dan menundukkan kepala dihadapan Allah yang senantiasa memohon dan berharap mendapatkan hidayahNya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...keyword: pengertian rasa malu, materi tentang rasa malu, makalah budaya malu, materi rasa malu, dp hadist rasa malu
No Searches

Leave a Reply


prosense agc agckucom